← Back to all posts
2026-09-21 · MailAnvil Team

Mailketing vs MailAnvil: SMTP Pay-As-You-Use atau Email API Transaksional?

Kalau kamu cari "email API indonesia" atau "API email lokal" di Google, dua nama lokal yang muncul: Mailketing dan MailAnvil. Keduanya sama-sama melayani developer Indonesia, sama-sama dukung pembayaran lokal. Tapi jangan sampai salah pilih — ini dua produk untuk dua jenis pekerjaan yang berbeda.

Artikel ini bukan artikel "kami paling bagus". Mailketing justru lebih murah per email di banyak skenario. Kami tulis jujur: kapan pilihan mereka masuk akal, kapan MailAnvil lebih cocok.

Mailketing: kredit email, bayar per kirim

Fakta dari halaman mereka (dicek 21 September 2026):

Model pay-per-email ini jujur saja elegan untuk satu jenis pekerjaan: blast marketing sesekali. Kamu kirim 2.000 newsletter sebulan, bayar Rp12.000, selesai. Tidak ada komitmen bulanan. Untuk promo Lebaran, flash sale, atau newsletter komunitas — model ini sulit dikalahkan soal harga.

MailAnvil: API transaksional, langganan flat

MailAnvil pakai model langganan flat:

Plan Volume/bulan Harga Efektif per email
Free 500 Rp0 Rp0
Starter 10.000 Rp149rb Rp14,9
Growth 100.000 Rp599rb Rp5,99
Scale 1.000.000 Rp2,9jt Rp2,9

Di atas kertas, Mailketing menang per email di hampir semua tier — Rp0,6 vs Rp5,99. Itu fakta, dan kami tidak akan berputar-putar soal itu. Pertanyaan yang lebih penting: apa yang kamu dapat (dan tidak dapat) dari Rp149rb itu?

Fokus MailAnvil adalah email transaksional — email yang dikirim aplikasimu otomatis, bukan campaign yang dikirim manusia:

Ini fitur yang tidak kelihatan saat kamu bandingkan angka Rp0,6 vs Rp14,9. Kelihatan saat jam 2 pagi OTP pelanggan tidak masuk dan kamu tidak tahu kenapa.

Biaya sebenarnya bukan harga per email

Skenario nyata: aplikasi fintech kirim 10.000 OTP per bulan. Di Mailketing: Rp6.000. Di MailAnvil: Rp149.000. Mailketing menang Rp143.000/bulan.

Tapi hitung biaya engineering:

Satu hari kerja engineer untuk bangun itu sendiri sudah lebih mahal dari selisih Rp143rb setahun. Kalau aplikasimu serius soal email transaksional, fitur ini bukan bonus — itu bagian dari biaya dasar.

Kapan pilih yang mana?

Pilih Mailketing (atau KIRIM.EMAIL) kalau:

Pilih MailAnvil kalau:

Model hybrid juga umum: transaksional lewat API, marketing lewat tools lain. Tidak ada yang melarang.

Tiga use case Indonesia

  1. OTP verification fintech/dompet digital — transaksi real-time butuh email masuk dalam detik, retry yang terkontrol, dan visibilitas penuh saat gagal. Email transaksional, bukan blast.
  2. Invoice food delivery — setiap pesanan menghasilkan satu invoice. Idempotency-Key memastikan satu pesanan tidak menghasilkan dua invoice karena retry jaringan.
  3. Konfirmasi booking travel — e-ticket, jadwal, kode booking. CS butuh riwayat status per-recipient saat pelanggan bilang "email saya tidak masuk".

Coba dulu, baru putuskan

MailAnvil gratis 500 email/bulan — cukup untuk tes integrasi OTP dan invoice dari lokal development sampai staging. Verifikasi domain, pasang webhook, cek tracking. Kalau fitur transaksionalnya tidak kamu butuhkan, Mailketing pay-as-you-use pilihan yang jujur untuk blast murah.

Try MailAnvil free at mailanvil.com — daftar, verifikasi domain, kirim email pertama dalam 5 menit.