← Back to all posts
2026-10-09 · MailAnvil Team

Mailtarget vs MailAnvil — Email API Lokal, Beda Harga dan Beda Model

Kalau cari "email API Indonesia", dua nama lokal yang pasti muncul: Mailtarget dan MailAnvil. Keduanya transactional email API untuk developer Indonesia, keduanya harga dalam rupiah. Tapi kalau dibedah, model produknya beda cukup jauh — dan perbedaannya langsung kena dompet. Ini perbandingannya dengan angka aktual (dicek Oktober 2026).

Kuota free: sekali pakai vs tiap bulan

Ini perbedaan yang paling sering terlewat:

Untuk MVP atau proyek sampingan yang kirim OTP dan notifikasi, 3.000/bulan bertahan bertahun-tahun. 3.000 sekali pakai habis dalam minggu-minggu pertama development.

Harga per email di volume production

Angka dari halaman pricing masing-masing:

Mailtarget Lite MailAnvil Max
Kuota 250.000/bln 100.000/bln
Harga Rp 2.370rb/bln (billed annually) Rp 749rb/bln
Per email ~Rp 9,48 ~Rp 7,49

Di volume yang sama (250rb email), MailAnvil butuh 2,5x paket Max ≈ Rp 1,87jt — masih lebih murah dari Rp 2,37jt Mailtarget, dan bisa bayar bulanan tanpa komitmen tahunan. Catatan: harga Mailtarget Lite/Advanced kena harga diskon hanya kalau billed annually; bulanan lebih mahal lagi.

Satu hal yang Mailtarget menang: di paket berbayar mereka ada dedicated IP sebagai add-on dan 99,9% uptime SLA. Kalau volume kamu sangat besar dan butuh IP terisolasi, itu pertimbangan sah. (Untuk sebagian besar startup, shared IP dengan warmup dan suppression list yang benar sudah cukup — baca guide deliverability kami.)

Retensi log: 3 hari vs 90 hari

Ketika nasabah bilang "email OTP-nya nggak masuk", kamu butuh log. Mailtarget retention datanya 3 hari di semua paket reguler — extend-nya add-on. MailAnvil simpan log 90 hari di database aktif, plus arsip JSONL di R2 setelahnya, bisa diakses via GET /v1/emails. Debugging deliverability dengan log 3 hari itu menebak-nebak.

MCP: siapa yang bisa dipakai AI agent

Tren 2026: aplikasi baru dibangun oleh AI agent (Claude Code, Codex, Cursor). Agent tidak membaca dokumentasi REST — dia menemukan tool via MCP (Model Context Protocol).

Kalau alur kerjamu "suruh agent bikin app + wiring notifikasi", ini pembeda praktis, bukan gimmick.

Pembayaran dan dukungan

Keduanya lokal, tapi beda cakupan:

Kesimpulan

Mailtarget solid untuk tim yang butuh dedicated IP dan SLA formal di volume besar. Untuk startup dan developer Indonesia yang kirim OTP, invoice, booking confirmation, dan notifikasi cicilan — dan mau free tier yang benar-benar bulanan, harga per email lebih murah, log 90 hari, dan bisa diintegrasikan lewat AI agent — MailAnvil lebih pas.

Coba MailAnvil gratis di mailanvil.com — 3.000 email/bulan selamanya, QRIS/GoPay, MCP-native.