Mailtarget vs MailAnvil — Email API Lokal, Beda Harga dan Beda Model
Kalau cari "email API Indonesia", dua nama lokal yang pasti muncul: Mailtarget dan MailAnvil. Keduanya transactional email API untuk developer Indonesia, keduanya harga dalam rupiah. Tapi kalau dibedah, model produknya beda cukup jauh — dan perbedaannya langsung kena dompet. Ini perbandingannya dengan angka aktual (dicek Oktober 2026).
Kuota free: sekali pakai vs tiap bulan
Ini perbedaan yang paling sering terlewat:
- Mailtarget Free — IDR 0, tapi kuotanya 3.000 email sekali pakai (one-time quota), bukan per bulan. Habis 3.000, habis.
- MailAnvil Free — 3.000 email per bulan, reset tiap bulan, selamanya.
Untuk MVP atau proyek sampingan yang kirim OTP dan notifikasi, 3.000/bulan bertahan bertahun-tahun. 3.000 sekali pakai habis dalam minggu-minggu pertama development.
Harga per email di volume production
Angka dari halaman pricing masing-masing:
| Mailtarget Lite | MailAnvil Max | |
|---|---|---|
| Kuota | 250.000/bln | 100.000/bln |
| Harga | Rp 2.370rb/bln (billed annually) | Rp 749rb/bln |
| Per email | ~Rp 9,48 | ~Rp 7,49 |
Di volume yang sama (250rb email), MailAnvil butuh 2,5x paket Max ≈ Rp 1,87jt — masih lebih murah dari Rp 2,37jt Mailtarget, dan bisa bayar bulanan tanpa komitmen tahunan. Catatan: harga Mailtarget Lite/Advanced kena harga diskon hanya kalau billed annually; bulanan lebih mahal lagi.
Satu hal yang Mailtarget menang: di paket berbayar mereka ada dedicated IP sebagai add-on dan 99,9% uptime SLA. Kalau volume kamu sangat besar dan butuh IP terisolasi, itu pertimbangan sah. (Untuk sebagian besar startup, shared IP dengan warmup dan suppression list yang benar sudah cukup — baca guide deliverability kami.)
Retensi log: 3 hari vs 90 hari
Ketika nasabah bilang "email OTP-nya nggak masuk", kamu butuh log. Mailtarget retention datanya 3 hari di semua paket reguler — extend-nya add-on. MailAnvil simpan log 90 hari di database aktif, plus arsip JSONL di R2 setelahnya, bisa diakses via GET /v1/emails. Debugging deliverability dengan log 3 hari itu menebak-nebak.
MCP: siapa yang bisa dipakai AI agent
Tren 2026: aplikasi baru dibangun oleh AI agent (Claude Code, Codex, Cursor). Agent tidak membaca dokumentasi REST — dia menemukan tool via MCP (Model Context Protocol).
- Mailtarget: belum ada MCP server publik. Integrasi via REST API/SMTP biasa.
- MailAnvil: MCP-native — agent connect ke
mcp.mailanvil.com, langsung bisa add domain, ambil record DKIM, cek verifikasi, kirim email pertama. Tanpa buka dashboard.
Kalau alur kerjamu "suruh agent bikin app + wiring notifikasi", ini pembeda praktis, bukan gimmick.
Pembayaran dan dukungan
Keduanya lokal, tapi beda cakupan:
- Mailtarget: pembayaran IDR (invoice), support bahasa Indonesia.
- MailAnvil: QRIS dan GoPay langsung — founder tanpa kartu kredit atau company card bisa bayar sendiri dalam 30 detik. Support + dokumentasi Bahasa Indonesia.
Kesimpulan
Mailtarget solid untuk tim yang butuh dedicated IP dan SLA formal di volume besar. Untuk startup dan developer Indonesia yang kirim OTP, invoice, booking confirmation, dan notifikasi cicilan — dan mau free tier yang benar-benar bulanan, harga per email lebih murah, log 90 hari, dan bisa diintegrasikan lewat AI agent — MailAnvil lebih pas.
Coba MailAnvil gratis di mailanvil.com — 3.000 email/bulan selamanya, QRIS/GoPay, MCP-native.